Inilah Kiper Hebat Ini Yang Sering Diremehkan

Pialadunia2018rusia.com – Inilah Kiper Hebat Ini Yang Sering Diremehkan – Menjadi seorang pemain yang diremehkan, sebenarnya punya sisi positif. Sang pemain akan tampil tanpa beban dan punya motivasi untuk membungkam kritikan.

Inilah Kiper Hebat Ini Yang Sering Diremehkan

Hal itulah yang dilakukan beberapa kiper di bawah. Mereka jarang sekali disorot, apalagi dilirik untuk bisa bermain di klub papan atas. Namun, nyatanya sekarang bisa membuktikan dirinya.

Beberapa kiper kehilangan sorotan karena mereka bermain di liga yang tidak selalu memiliki reputasi tertinggi atau perhatian media. Padahal, sebenarnya sang kiper punya potensi besar dan bisa bicara banyak bila diberi kesempatan.

Ada juga kiper yang bermain di liga besar, klub besar, namun tertutup bayang-bayang nama kiper lain yang lebih besar. Salah satunya, kiper Inter Milan, Samir Handanovic.

Di Serie A, orang lebih banyak membicarakan Gianluigi Buffon (Juventus) atau the rising star Gianluigi Donnarumma (AC Milan). Padahal, kemampuan Handanonvic, tak kalah dibanding keduanya.

Berikut lima kiper yang kerap diremehkan, namun memiliki kemampuan di atas rata-rata :

Tetap bergabung bersama kami di Pialadunia2018Rusia.com sebagai Portal Berita Online, Prediksi Skor Pertandingan dan Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018 Rusia

BACA JUGA : Prediksi Bola West Ham Vs Leicester City 25 November 2017

5. Steve Mandanda (Marseille)

Mandada sebenarnya sukses gabung klub Liga Inggris, Crystal Palace, tapi gagal bersinar karena cedera. Dia kembali ke Marseille untuk mendapatkan kesempatan kedua di klub.

Tapi, semua itu tak mengadangnya untuk bersinar. Mandanda telah terkesan sepanjang kariernya, dan bahkan sukses mewakili Prancis dalam empat turnamen internasional. Dia memulai kariernya di Le Havre dan bergabung Marseille dengan status pinjaman pada 2007-08 sebelum pindah secara permanen serta bermain 300 kali untuk tim Prancis itu.

4. Stephane Ruffier (AS Saint-Étienne)

Ruffier memulai karier mudanya di Bayonne, tingkat keempat sepak bola Prancis. Dia kemudian menandatangani kesepakatan profesional dengan AS Monaco pada tahun 2005.

Awalnya Ruffier cuma pilihan kedua di klub dan masuk ke tim utama saat kiper pilihan pertama, Flavio Roma cedera. Penampilan mengesankannya membawanya ke slot kiper pertama dan membuktikan dirinya kuat di sana selama tiga tahun.

3. Danijel Subasic (AS Monaco)

Subasic adalah kiper nomor satu Monaco sejak di Ligue 2. Ia bergabung dengan klub tersebut dari Hadjuk Split pada 2012.

Subasic menjadi anggota integral Monaco yang promosi dan menjadi istimewa akhir-akhir ini. Subasic prnah dianugerahi penghargaan untuk Best Keeper Ligue 1 musim lalu.

Pada 2014-15, ia berhasil capai 842 menit berturut-turut tanpa kebobolan. Hingga saat ini, dia telah tampil untuk Monaco dalam 203 pertandingan liga. Sayang sekali tidak banyak di luar Prancis yang mengenal kecemerlangan kipernomor 1 Kroasia itu.

2. Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund)

Mantan pemain internasional Jerman ini sudah lama memperkuat Borussia Dortmund, meski akhir-akhir ini cuma jadi cadangan kiper Swiss, Roman Burki. Weidenfeller bergabung dengan klub tersebut dari FC Kaiserslautern pada tahun 2002, dan pernah berada di klub saat Jurgen Klopp bergabung selama beberapa tahun.

1. Samir Handanovic (Inter Milan)

Samir Handanovic membuat 111 saves dan 15 cleansheets dala, 36 pertandingan untuk Inter pada 2015-16. Meskipun demikian, namanya jarang muncul saat mendiskusikan yang terbaik pada posisinya.

Penggemar Inter, Slovenia dan Italia mengakui kualitas Handanovic. Buktinya dia sukses raih 81 caps bersama Slovenia, dan total telah tampil 410 laga di Italia.

(PialaDunia2018Rusia.com)