Pialadunia2018rusia.com – Penampilan dua bek tengah Manchester United menjadi sorotan tajam kalangan media di Inggris. Mereka menganggap, pola dua bek tersebut menjadi satu di antara titik lemah Manchester United.

Manchester United memulai Premier League 2018-2019 dengan kurang meyakinkan. Setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Leicester City di kandang, Manchester United kalah di laga kedua saat melawat ke markas Brighton (2-3).

Permainan buruk Manchester United menjadi sorotan utama kekalahan tersebut, khususnya duet bek tengah Victor Lindelof dan Eric Bailly. Keduanya dinilai tampil sangat buruk. Dua pemain tersebut memerlihatkan kombinasi dan komunikasi yang tak lancar.

BACA JUGA : Liverpool Tidak Dijual kepada Sepupu Sheikh Mansour

Eric Bailly melakukan blunder dua kali, yang berujung pada dua gol Brighton. Jose Mourinho harus memutar otak jika ingin meningkatkan performa skuatnya. Menurut analis sepak bola Sky Sports, Danny Higginbotham, masalah Manchester United tampak jelas pada Bailly dan Lindelof, bek tengah yang tak konsisten.

Bagi Danny, Manchester United terlalu sering bergonta-ganti kombinasi bek tengah, yang justru membuat skuat tak stabil. “Mereka tak punya konsistensi. Kita sudah melihat Chris Smalling, Phil Jones dan Nemanja Matic bermain sebagai bek tengah, tak ada kemitraan yang konsisten,” ungkap Danny.

Alhasil, Danny menuturkan, kelemahan itu membuat Manchester United sulit menyerang. Para pemain Manchester United memiliki tugas lebih untuk membantu pertahanan, yang berarti gelandang-gelandang MU tak bebas maju menyerang.

“Karena Mourinho tak punya bek tengah yang konsisten yang dia percayai, para pemain di depan yang ingin menyerang dan bermain bebas, justru punya tanggung jawab ekstra bertahan, itu susah bagi Manchester United,” jelas Danny.

(PialaDunia2018Rusia.com)